Rabu, 12 Desember 2012

Makanan Khas Jambi

TEMPOYAK DUREN KHAS JAMBI

Bagi pecinta duren belum afdol rasanya jika tak menyicipi makanan yang satu ini. Ya, selama saya besar di Jambi seringkali mama saya memasakkan makanan ini karena Tempoyak merupakan makanan khas yang berasal dari  Provinsi Jambi. Bentuknya seperti gulai biasa hanya saja hal yang tidak biasanya ada pada bumbunya. Tempoyak  berasal dari buah durian yang difermentasikan. Sehingga membuat rasanya menjadi  asam dan memiliki aroma yang  menyengat. 
Cara membuat adonan tempoyak yaitu dengan cara menyiapkan daging durian yang sudah masak. Kemudian daging durian dipisahkan dari bijinya, setelah itu diberi sedikit garam. Setelah selesai, lalu ditambah dengan cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan mempengaruhi rasa akhir. Setelah itu adonan disimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Diusahakan untuk disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezer-nya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat. Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah asam namun masih ada rasa manisnya. Sambal tempoyak biasanya dipadukan dengan ikan patin, ikan teri, ikan mas, ikan mujair ataupun ikan-ikan lainnya apalagi favorite saya jika dimasak dengan ikan patin. Namun biasanya mama saya lebih suka membeli sambalnya di warung-warung terdekat karena lebih praktis dan gak ribet .
Meski gulai tempoyak dan pindang ikan juga bisa ditemui di daerah lain selain Jambi, rasanya pasti berbeda. Beda pindang Palembang dan pindang Jambi adalah penggunaan pada buah nanasnya. Sejarah Tempoyak sendiri diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu (sekitar tahun 1836), ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu Indonesia (antara lain Palembang, Lampung dan Kalimantan) dan Malaysia. Jadi jangan heran jika tempoyak dapat ditemukan di daerah lain. Di Jambi sendiri buah durian sebagai bahan baku Tempoyak banyak ditemukan dan terkenal enak dan lezat, apalagi pada musim durian, daerah Jambi bagai banjir durian dan kita dapat dengan mudah menikmatinya dengan kocek yang sangat murah.
Supaya lebih jelas, bahan dan cara pembuatan Tempoyak akan dijelaskan sebagai berikut:
Bahan dan bumbu yang dihaluskan
:
  • 4 siung Bawang merah
  • 2 siung Bawang putih
  • Tempoyak durian,secukupnya
  • 3 buah Cabe merah besar
  • Cabe rawit,sesuai selera
  • Gula pasir,secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya
  • Ikan
Cara Membuat Sambal Tempoyak :
  1. Tumis bumbu halus sampai harum.
  2. Tambahkan Tempoyak (seperlunya) tambahkan sedikit gula sebagai pengganti penyedap rasa dan ikan sungai(sesuai selera).
  3. Tumis sebentar(sekitar 2-3 menit). Angkat, sajikan hangat - hangat atau panas
Makanan Khas Jambi Indonesia
Gulai Ikan Patin adalah masakan yang populer di masyarakat Jambi.Gulai ini dimasak dengan menggunakan tempoyak yaitu daging buah durian yang telah difermentasi. Tetapi ada sebagian orang yang memilih untuk mengganti tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari bau dan rasa tempoyak yang cukup menyengat. Selain tempoyak bumbu lain yang digunakan dalam pembuatan Gulai Ikan Patin ini adalah cabe merah, lengkuas, serai, kunyit, bawang merah dan bawang putih.

Berikut daftar lainnya untuk nama-nama makanan khas Jambi  ini :


* Tempoyak
* Bolu Kojo
* Bolu Musibah
* Sele Nenas
* Gelamai Perentak
* Panggang Ikan Mas
* Sambal Blacan
* Rendang Ayam

Mie Celor
Setelah konsumsi, snack dan alat tulis serta note selesai di urus, saat malampun tiba, saatnya menikmati makanan yang jarang di temui di Jabotabek. Malam ini Pak Driver yang merupakan perantauan dari pulau Jawa mengantar Ayah, om Sas, dan om Surahman menikmati mie celor, makanan khas Palembang.

rasanya, hmmm, yummy kuah udang kentalnya terasa nikmat.
Musim Duren
Duren di sini bukan : Duda keren, tapi buah durian. kebetulan saat ayah ke Jambi sedang musim durian, jadi kapan lagi bisa menikmati durian di kota ini. malam kedua di Jambi, om Sas memborong 26 durian untuk dinikmati bersama-sama rekan-rekan XL, dari 26 durian yang di borong om Sas, ada beberapa durian yang kurang bagus kualitasnya, dan karena semua sudah mabok durian, akhirnya beberapa duren tersisa.
Malam ketiga saat kembali menuju hotel, Ayah, om Sas, om Surahman dan rekan-rekan XL mampir lagi ke penjual durian, agar kejadian kemarin malam (kualitas durian yang kurang bagus dan belinya terlalu banyak) tidak terulang diputuskan untuk makan ditempat. meskipun harga perbuah yang didapat lebih mahal, namun aktivitas makan durian di malam ketiga ini memuaskan, karena kualitas duriannya oke-oke.

nih foto saat sang penjual membelah durian
Rujak Mie
Meskipun tidak sebanyak kota Palembang, kota ini juga menyediakan pempek, malam ketiga karena tidak terlalu lapar, ayah dan om Sas berburu pempek, kebetulan di dekat hotel ada warung yang menjual pempek, namanya pempek Tunas baru. jadilah  Ayah menuju ke tempat makan ini. dari menu pempek yang diberikan, ada satu yang cukup aneh ditelinga Ayah namanya rujak Mie, jadilah ayah memesan rujak mie ini. ternyata rasanya seenak namanya, ini dia fotonya

Rujak Mie, dan beberapa pempek
 Sedangkan om Sas, memesan Tekwan,
Gimana, fotonya cukup mengoda selera anda
Pindang tomang & Tempoya
Makan siang kali ini Ayah, om Sas, om Surahman, dan rekan-rekan XL menuju Warung Bik Cik, makanan khas palembang yang ada di Jambi.

yup, Pindang, makanan kuah yang berasa asam pedas ini, pertama kali ayah Ayah temui di kota palembang. jadi makanan yang satu ini tidak terlalu asing buat Ayah, yang cukup asing bagi Ayah adalah Pindang Tomang, apa nih Tomang, kayak nama daerah di Jakarta barat aja. cari-cari tau, ternyata tomang adalah sejenis ikan, yup jadilah Ayah memesan pindang Tomang.

Makanan isteimewa kedua adalah Tempoya, Saat berkunjung ke Palembang, makanan ini sebenarnya Ayah cari-cari, namun karena saat kunjungan ayah ke Palembang sedang tidak musim durian, bataldeh mencoba makanan ini di Palembang.
memang sudah jodohnya Ayah bisa menikmati tempoya, justru di kota Jambi inilah pertama kali Ayah mencobanya. Tempoya adalah bumbu yang diambil dari durian yang di fermentasi, buat yang tidak suka durian sebaiknya jangan deh, rasanya buat Ayah sedikit aneh, karena dipedas-pedasnya ada sensari durian.

foto Tempoya

Kue 8 Jam
Kue 8 Jam
Yang ini kue khas jambi yan g mesti ada di rumah-rumah sewaktu hari raya ‘iDul Fitri. Jadi, kalau kita bertamu ke rumah-rumah, yang aku alami kemarin pasti disuguhin kue 8 jam ini. Kalaupun diantar rantang makanan sama saudara atau tetangga, salah satu isinya ya kue ini juga, biasanya dikasih sekitar irisan 1 cm.
Cara penyajian ke tamu pun bukan dipotong-potong langsung terus disajikan perpotong. Tapi dibawa sekaligus satu piring kue yang masih utuh dan biasanya diiris tipis-tipis cuma sekedar 1-2 iris, terus dipotong lagi jadi potongan kecil-kecil.
Kenapa begitu??
Kue Hijau, Khas Jambi
Kue Hijau, Khas Jambi
Soalnya kedua kue ini rasanya maniiiiiisss bangettssss…
Kue hijau itu rasanya seperti lapis legit, cuma lebih manis lagi dan lebih basah. Kalau kue 8 jam, menurut aku seperti rasa bolu, cuma bolu yang masih basah banget dan ketahuan kalau telornya banyaakk banget. Masih santer rasa dan baunya.
Untuk kue 8 jam, disebut kue 8 jam soalnya masaknya bener-bener 8 jam. Cara masaknya agak beda tapi. Jadi di bawah di kasih api, nanti di atasnya (aku belum tau bentuk realnya seperti apa, ini dari cerita bang Hen aja) di kasih alas terus dikasih bakaran juga. Jadi, intinya kaya oven gitu ya… Dibakar dari atas dan bawah. Eh…tapi kalau masaknya pakai oven, kata bang hen lain lho jadinya. Jadi, memang mesti cara masaknya seperti itu.
Yah…namanya juga kue tradisional KHAS jambi.

Aneka Jenis Kue Sebagai Wisata Kuliner Khas Kota Jambi

1. Kue Padamaran

 
sumber gambar : sajiansedap
Padamaran merupakan salah satu kue tradisional khas kota Jambi yang terbuat dari tepung beras. Pembutannya cukup mudah, hanya dengan mencampurkan tepung beras, santan dan air daun suji lalu dicetak dalam takir daun pandan. Makanan khas wisata kuliner Jambi ini sangat manis, lembut dan lebih terasa lengkap dengan aroma harum dari daun pandan.

2. Kue Burgo

 
sumber gambar : myopera
Wisata kuliner Jambi jenis kue yang kedua adalah Burgo. Kuliner ini terbuat dari campuran tepung beras dan sagu tani. Bentuk kue jajanan Jambi ini cukup menarik, seperti dadar gulung. Kuliner Jambi ini bertekstur kenyal dan gurih. Untuk menyajikannya, potong adonan menjadi beberapa bagian lalu siram dengan kuah santan dan bawang goreng. Kuah santan ini terbuat dari kaldu ikan dan udang.

3. Kue Gandus

 
sumber gambar : eljohnnews
Sama seperti kue Burgo, kuliner khas Jambi ini kenyal dan gurih. Kue Gandus terbuat dari tepung beras, santan dan sagu. Cara pembuatan kue ini dengan mencampurkan adonan tepung dengan bumbu bawang putih dan cabe lalu disetak bulat. Untuk menambah rasa yang lezat, kuliner ini ditaburi ebi, ayam, daging giling dan abon ikan sebagai pelengkap.

4. Kue Srikaya

 
sumber gambar : mentarigroups
Untuk kuliner kue satu ini bukan adonan tepung yang menjadi bahan dasarnya, melainkan tape. Kuliner kue Srikaya dibuat dengan mencampurkan adonan tape dengan santan lalu diberi pewarna dan pengharum dauh pandan. Sebagai tambahan untuk penyedap rasa tambahkan gula dan rempah-rempah. Adonan Kue Srikaya diletakkan ke dalam mangkuk yang dibuat dari daun pisang lalu dikukus hingga matang.

5. Dodol Kentang Kerinci

 
sumber gambar : jambitourism
Tahukan Anda, kuliner Jambi terakhir ini menjadi kuliner idola para wisatawan yang datang ke Jambi. Cemilan ini biasa dibeli sebagai oleh-oleh khas Jambi. Kuliner ini terbuat dari kentang yang berasal dari kawasan Pegunungan Kerinci dan berkualitas baik. Rasanya sangat manis dan gurih. Kuliner ini tersedia dalam beberapa rasa yang bisa Anda pilih sesuai selera yaitu, rasa pandan, durian, gula aren, nanas dan strawberry.
Be Sociable, Share!
 
Description: http://ajengrahajeng.student.umm.ac.id/files/2010/09/Gulai-tempoyak-sudah-jadi.jpeg
Pernah dengar makanan Gulai Tempoyak sobat? Saya rasa bagi orang Jambi nama tempoyak tidak asing lagi. Ini adalah nama sebuah Makanan Khas Propinsi Jambi, yang dibuat dari permentasi salah satu buah yang bau harumnya paling  nyengat sekali, apalagi kalau bukan buah durian yang banyak penggemarnya.
Sobat penggemar buah duriankah? Kalau penggemar buah durian apa salahnya sekali-kali datang ke jambi untuk mencicipi Masakan Khas Jambi yang namanya Gulai Tempoyak.
Huh pasti enak,,,,apalagi tempoyak dipadu dengan salah satu ikan pavorite Propinsi Jambi yaitu ikan sema yang hidup di perairan deras bagian barat propinsi jambi. Biasanya ikan sema ini dahulu kala santapan untuk raja-raja di propinsi jambi. Raja-raja saja senang sobat apa lagi kita.
Gulai Tempoyak biasanya dibuat dengan campuran bumbu tradisional seperti cabe merah , lengkuas, serai, kunyit bawang merah dan bawang putih. Biasanya gulai tempoyak ini disajikan dalam acara keluarga. Wah nyantapnya bareng kumpul sama keluarga pasti maknyos banget sobat.
 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar