Kamis, 06 Desember 2012


assalamualaikum ukhti,
Nama saya Nabila Ariani. Mau juga berbagi cerita tentang berhijab ukhti :)
Saya berasal dari Semarang tapi bukan orang kota, lebih tepatnya orang desa. Wajar saja seluruh keluarga besar saya lekat sekali dengan islami. Hampir keluarga besar saya wanitanya memakai jilbab. Waktu itu saya masih duduk dibangku SMA, selalu ada pengajian keluarga rutin tiap 1 bulan sekali. Sampai diotak saya masih teringat sekali sewaktu berdiskusi dengan isi kultum yang membicarakan tentang jilbab. Waktu itulah saya mulai berfikir ingin sekali untuk memakai jilbab.
Tapi, hati rasanya masih sangat sangat berat untuk melakukannya karena masih suka dengan dunia mode, masih sering ambil job yang menuntut saya untuk tidak memakai jilbab. Yah, itu lah yang membuat saya begitu berat. Berfikir dan berfikir nanti saja waktu saya masuk kuliah memakai jilbab. Ngomong sama papa dan mama “ma, pa, kalo nabila pake jilbab gimana?” kataku. “yaa bagus kalau begitu”, kata mama. “terserah kamu saja,papa senang. kalau memang sudah yakin pakai saja. papa nggak mau lihat kamu berjilbab tapi dilepas-lepas”, kata papa. Senang rasanya mendengar jawaban mama dan papa dengan tersenyum dan begitu mendukung saya.
Waktu berlalu hanya keinginan yang saya bawa didalam hati untuk memakai jilbab. Yap, sampai akhirnya saya kuliah dibandung belum terlaksana juga untuk berjilbab. kakak sayalah yang selalu menghubungi saya via telp cerita banyak hal salah satunya menyindir saya kapan untuk memakai jilbab. Malu rasanya untuk menjawabnya, hanya jawaban belum siap yang selalu saya lontarkan. “Jangan bilang nggak siap dek, semua itu harus dipaksakan. Nanti kamu juga terbiasa kok, Ayo pake nanti mas beri hadiah deh”, kata kakak. Tersipu malu “eh eh, hadiah apa mas?, jawabku. “Rahasia doong”, jawab kakak. Inilah kakak sepupu saya yang begitu mendorong saya untuk memakai jilbab.  Tetapi tetap saja menunda niatku untuk memakai jilbab.
Minggu itu dikampus ada acara mentoring yang mengharuskan saya untuk memakai jilbab. Ya, saya memakai jilbab dan komentar teman-teman wanita saya cuma “Cantik”. Saya hanya tersenyum saja. Untungnya bukan laki-laki yang ngomong seperti itu, soalnya saya selalu melontarkan kata gombal bila ada laki-laki yang berbicara “cantik”. Niat saya semakin kuat untuk memakai jilbab ukhti. Dan semakin kuat lagi saat mendengankan ceramah diacara mentoring yang diisi oleh teh Ninih Mutmainnah yang menceritakan tentang wanita berjilbab. Pas sekali dengan keadaanku waktu itu yang lagi galau untuk memakai jilbab.
Senin, ada mata kuliah agama. Niat saya untuk memakai jilbab waktu kuliah sampai selesai kuliah, mengerjakan tugas, keluar rumah pun jilbab masih saya pakai. Tenang rasanya memakai jilbab, tidak seburuk yang saya bayangkan. Mulai hari itu juga saya memutuskan untuk memakai jilbab. Saya tinggalkan job, Saya tinggalkan baju-baju untuk adik-adik saya. Tanpa paksaan dan tanpa sepengetahuan orang saya memutuskan untuk memakai jilbab. Masih teringat begitu jelas waktu itu saya hanya bermodalkan 1 jilbab berwarna putih saja.
Berkah Memakai Jilbab
Dari sebelum berjilbab, saya suka ngeblog yang berisi tentang cerita hidup, tapi lambat laun sepertinya terlalu privasi untuk dipublikasikan. Setelah berjilbab, saya sering sekali browser designer-designer berjilbab yang tetap stylish. Senang rasanya melihat wanita tetap terlihat cantik saat berjilbab. Sejak itu saya menulis blog tentang fashion, walaupun sebenarnya saya tidak begitu pintar tentang fashion.
Tapi alhasil, banyak respon positif dari teman-teman saya tentang blog fashion saya dan beberapa teman saya meminta untuk mengajarkan cara berjilbab caraku sendiri. Alhamdulillah, senang rasanya bisa menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Saya percaya, kesiapan setiap orang itu berbeda-beda. Tidak bisa memaksa seseorang untuk langsung berjilbab. Ujung-ujungnya mereka hanya lepas pakai lepas pakai saja. Yang bisa saya lakukan hanya meyakinkan ukhti-ukhti yang belum berjilbab bahwa berjilbab itu indah, nyaman, mencegah untuk tidak melakukan hal yang negatif.
Berjilbab Itu Kuno?
Hey ukhti, siapa bilang berjilbab itu kuno? Lebih milih mana antara cantik dimata orang lain atau cantik dimata Allah? Berjilbab tetap stylish juga bisa ukhti. Lihat saja seperti Hana Tajima Simpson, Dian Pelangi. Mereka berhijab tapi tetap stylish ukhti. Berjilbab itu sudah kewajiban bagi wanita muslimah untuk menutup auratnya. Bukankah semua wanita itu lebih cantik dan lebih anggun dengan berjilbab? Selama ini saya belum mengalami kesulitan dalam berjilbab, tetapi proses menuju berjilbabnya lah yang sangat sulit.
Saya sangat berterima kasih kepada orang-orang yang mendukung saya untuk berjilbab. Terima Kasih yang sudah membacanya. Semoga bermanfaat dan membantu meyakinkan ukhti yang masih ragu-ragu untuk berjilbab :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar